

Dalam Sabutanya Bupati SumbawaIr. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyampaikan, sejak dilantik pada 20 Februari 2025, tahun pertama pemerintahan difokuskan pada konsolidasi tata kelola dan penguatan pondasi pembangunan jangka menengah melalui RPJMD 2025–2029. Dengan mengusung visi, terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Pada aspek tata kelola, Kabupaten Sumbawa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Evaluasi pembangunan juga terus diperkuat melalui monitoring rutin bersama seluruh perangkat daerah. Pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas. Diantaranya, melalui pelaksanaan program makanan bergizi, operasional Sekolah Rakyat dengan 75 siswa, pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja serta pemberian beasiswa kedokteran dan farmasi bekerja sama dengan Universitas Mataram.
Pada sektor ekonomi, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi, UMKM, dan program pembangunan wilayah pesisir. Dua lokasi program Kampung Bahari telah ditangani, sementara beberapa lokasi lainnya tengah dipersiapkan. Adapun hilirisasi menjadi fokusnya pula, termasuk pengembangan industri Udang, Garam, dan komoditas strategis lainnya. Capaian dari Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan sebagai titik penting pengembangan budidaya dan hilirisasi terintegrasi di NTB.
Lebih lanjut dijelaskan Bupati Jarot, infrastruktur, kondisi jalan kabupaten menunjukkan peningkatan, meski diakui masih menghadapi keterbatasan fiskal. Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat mendorong percepatan pembukaan keterisolasian wilayah selatan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan dukungan Kementerian PUPR.
Sementara itu, dari sisi Pertanian mencatat capaian signifikan dengan peningkatan produksi Padi dan Jagung. Pada tahun 2025, Kabupaten Sumbawa berhasil mengekspor 6.000 ton Jagung ke Filipina. Menandai daya saing produk Pertanian di pasar internasional. Selain menegaskan komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui Program Sumbawa Hijau, perlindungan hutan, rehabilitasi lahan kritis, dan gerakan penanaman pohon bernilai ekonomi. Kawasan Samota turut didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus berbasis ekonomi biru.
Menutup sambutannya, Bupati sumbawa menyatakan pembangunan di Kabupaten Sumbawa tidak bisa dilakukan satu pihak saja, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

